adult,  fiksi,  Indonesia,  remaja,  Review Buku,  Roman

Pencarian Identitas Dalam Novel “Namaku Loui(sa)” by Adya Pramudita

Halo book lovers sekalian,

Sebagai postingan perdana di blog Putri Review ini, saya mau mereview novel “Namaku Loui(sa)” karya Adya Pramudita. Novel ini diterbitkan oleh Moka Media, dan saya memang sedang sangat tertarik dengan penerbit yang satu ini karena buku-buku terbitannya yang lumayan menarik. 

Penulis : Adya Pramudita
Penyunting : Sasa
Proofreader : Dyah Utami
Desainer Sampul : Fahmi Fauzi
Layout : Wahyu Suwarni
ISBN : 979 795 964 3
ISBN13 : 9789797959647
Format : Paperback, 244 halaman
Diterbitkan tahun 2015 oleh Moka Media
Finished buku cetakan ke-I pada 13 Maret 2015
Genre : Drama, Roman
Age Range : Dewasa
Keywords : Ambiguous Genitalia, Musik, Persahabatan
Plot/Moral Cerita : (4/5)
Alur/Editing : (4/5)
Karakter : (4/5)
Diksi/Bahasa : (4/5)
Riset/Pendalaman : (4/5)

Sinopsis :

Louisa, seorang violinis yang sedang naik daun, diam-diam menyimpan rahasia besar. Di balik kecantikannya yang dipuja-puja banyak orang, Louisa memiliki kondisi yang ‘berbeda’. 
Dia memperkenalkan diri sebagai wanita, tapi tak ada yang tahu kalau buah dadanya tumbuh dan hilang seiring waktu. 
Dia dianggap sebagai bagian dari kaum hawa, tapi tak sekalipun Louisa mengalami datang bulan seperti Mami atau sahabatnya Jingga.
Dia dididik sebagai perempuan, tapi hati Louisa berdetak lebih cepat untuk Jingga, bukan Dimitri, pria yang telah mencintainya sejak lama.
Manusia terbagi menjadi pria dan wanita, tapi Louisa tak tahu dimana tempatnya berada. 
Dapatkah Louisa beradaptasi dengan kondisi dan lingkungannya?

Review :

Novel ini ditulis dengan Louisa sebagai sudut pandang orang pertama. Jadi, Adya Pramudita memiliki banyak ruang untuk mengeksplorasi kegundahan Louisa dengan mendalam, dan memang peluang itu dimanfaatkan dengan sangat baik. Penderitaan Louisa yang mengalami krisis identitas begitu tersampaikan, membuat saya bersimpati dengan Louisa.

Kutipan favorit saya :

Dengan jemari bergetar dan kuku-kuku yang kusam aku membuka kancing kemeja satu-persatu, seraya memberikan amplop coklat yang aku keluarkan dari dalam ransel. Jingga menerimanya dengan tatapan heran, sambil kembali mengalihkan pandangannya padaku yang tengah membuka baju. Aku sampai pada kancing terakhir, membuka kancing perlahan dan menjatuhkannya ke lantai. Memperlihatkan dadaku yang rata. (“Namaku Louisa” oleh Adya Pramudita, halaman 105, paragraf pertama)


Sedikit tentang Penulis :

Buku pertamanya berjudul “Menjeda” sudah diterbitkan pada tahun 2013. Sapa dia di blog pribadinya Adya Pramudita.
Bagaimana? Apakah kalian tertarik untuk menemui Louisa dan mendengar kisahnya? 

Selamat membaca!

Putri Review.

117 total views, 3 views today

Reviewer buku asli Indonesia. Twitter: @putrireview | Intagram: putrireview

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *