adult,  fiksi,  Indonesia,  komedi,  New Adult,  Review Buku,  Roman,  workplace

Cinta Tumbuh di Antara Kubikel dalam novel “Secangkir Kopi & Pencakar Langit” by Aqessa Aninda

Di luar lembur, cuti dan macet, lima hari dalam seminggu, 8 jam dalam sehari, adalah rata-rata waktu yang dihabiskan para pekerja di kantor setiap harinya. Tidak heran kalau kantor bukan hanya tempat untuk mengais rezeki, tapi juga wadah bertukar pikiran, bertemu teman, bahkan pacar hingga calon pendamping hidup.

Adalah Athaya, gadis muda yang baru dua tahun menjalani rutinitas sebagai analyst di salah satu perusahaan besar di Jakarta. Nasibnya sebagai satu2nya perempuan di divisi IT menjadikannya sasaran kejailan para kolega-kolega cowok kesepian, namun Athaya berhasil menyesuaikan diri tanpa ada halangan yang berarti.

Seorang Athaya yg terhitung manis namun sederhana berhasil menjaring beberapa cowok rekan kerjanya yang lebih serius memandang cinta. Satrya yang terhitung menjadi incaran cewek sekantor diam-diam menaruh hati pada Athaya, tanpa tahu bahwa Athaya telah lama menyimpan rasa pada Ghilman, rekan kerja mereka yang lainnya.

Ayo ikuti kisah Athaya dan nikmatilah debaran perasaan di antara padatnya jam makan siang, meeting, e-mail, to do list tanpa henti dan dinas kerja berbonus momen2 manis.

Review

Dari semua novel jebolan Wattpad, Secangkir Kopi & Pencakar Langit karya Aqessa Aninda adalah yang paling membuat saya penasaran. Alasannya karena saya sempat mendengar beberapa review oke dari para pembaca di GR. Ternyata setelah saya baca, saya harus akui bahwa memang novel ini memiliki elemen unik yang cukup membedakannya dengan novel2 bertema romcom workplace lainnya, yaitu kedetailan luar biasa.
Dari sebuah artikel wawancara penulis novel lain, saya mengenal metode penulisan yang mempertimbangkan pembaca awam : bisa dengan hadirnya tokoh netral yang mewakili pembaca untuk karakter utama yang kelewat ekstrim, adanya penjelasan secara langsung maupun tidak langsung untuk istilah2 khusus, bahkan ada pula yang memberikan rumus terkait sebanyak apa kata-kata rumit boleh dilibatkan dalam sebuah cerita–semua demi mempertimbangkan kenikmatan pembaca awam seperti yang sudah saya singgung tersebut. Namun, novel Secangkir Kopi & Pencakar Langit seakan dituliskan tanpa adanya kekhawatiran tentang posisi pembaca awam. Penulisnya menuangkan banyak hal tentang dunia perkantoran–terutama divisi IT–mulai dari menu sarapan Athaya di awal hari, apply travel visa lewat HRD, ngurus bug database setengah mati, sampai pilihan transportasi pulang setelah lembur.
Memang sih, novel ini termasuk serial City Life-nya Elexmedia. Itu juga salah satu cara untuk mempersempit range pembaca ke yang tertarik dengan genre tersebut, bisa yang awam, atau justru yang sudah akrab dengan dunia lajang perkotaan. Namun, sebagai pembaca yg kebetulan bukan merupakan pekerja kantoran (dan tidak pernah merasakan), jujur, saya terkadang masih sedikit kewalahan meskipun penulis memberikan penjelasan istilah lewat footnote. Tapi, untungnya, kedetailan dunia kerja yang ditawarkan oleh Aqessa Aninda ini dibarengi dengan karakter2 utama dan pendukung yang menarik, plus dialog2 konyol ala perkantoran yang sangat menghibur.
Dialog2nya emang menghibur banget sih, sampe istilah yg gak ada IT-ITnya macam SSI (sepik-sepik iblis), sebat (ngerokok sebatang), binor (bini orang), palbis (paling bisa), ampe ena ena juga keluar (hih).
Terus, awalnya saya memang sempet bingung dengan banyaknya karakter novel ini, bahkan sampai akhirpun saya masih suka mikir si A itu siapa ya, si B itu anak divisi mana, sampe akhirnya saya gak peduli lagi, yang penting pemeran2 utamanya masih kepegang jalan ceritanya, sisanya dinikmatin sambil jalan aja. Awalnya emang agak keder, tapi ke belakang2nya malah jadi rada kangen sama Ganesh dan Radhi (kakak2annya Athaya di div IT), gak bisa move on dari komentar Davin (ditanya : “naik mobil sendiri biar bisa ciuman sama istri sambil nyetir ya, Vin?” Davin jawabnya: “Iye”), geng cewe2 cantik kantor : Kia,-Shakila-Lasha, charmingnya Satrya, komentar santai Athaya pas digodain (“Athaya potong poni manis deh, kayak boneka.”, Athaya : “Makasih, tapi jangan dimainin kayak boneka, ya.”), sampai Ghilman yang cool-nya bikin kebat-kebit.
Ah sampe rasanya ngiri deh belum pernah ngerasain kehidupan kantor kayak Athaya gitu. Seru bener kayaknya.
Nah, sayangnya, mungkin karena cerita ini memang dulu dikembangkan di wattpad dengan cara upload sub-chapter demi sub-chapter, saya juga menemukan sedikit ketidaknyamanan khas novel2 wattpad lainnya pada karya Aqessa Aninda ini : novel tebal yang seringkali melibatkan pengulangan cerita dan alur yang dipanjang2kan. Kalau soal konflik sih udah lumayan lah ya, tapi saya bahkan sempat mengecek tebal halaman berkali2 karena merasa ceritanya dragging banget (kapan beresnya?), padahal udah ketebak mau bahas apaan dan menurut saya bisa digabung ke adegan lainnya supaya lebih mengena (salah satu yang bikin saya sempet cape banget bacanya : adegan perjalanan Athaya dkk ke Bandung, kayaknya semua lagu yang diputer dibahas liriknya -_-, ampe berapa kali ke rest area, ngapain aja di sana, sampe pergantian supir pas berangkat dan pulang juga disebutin.)
Di luar itu, saya merasa sangat puas membaca novel ini. Semacam angin segar setelah baca sastra berat2. Kalau kalian kepengen baca novel romcom yang dekat dengan dunia pergaulan ibukota Jakarta, terutama untuk dunia after kuliah dan awal kerja, novel ini jelas jawabannya. Pertanyaan saya untuk Aqessa, ada pertimbangan untuk melanjutkan kisah Radhi dan Kia, gak? Atau Ganesh sama Lasha gitu? Atau Satrya sama Lasha? Masih pengen ngintip2 nasib anak kantor Ghilman, nih. Terus buat Elexmedia, ketagihan nih sama serial City Life-nya, ditunggu banget judul2 berikutnya.
Judul : Secangkir Kopi & Pencakar Langit (serial City Life Elex)

Penulis : Aqessa Aninda

Editor : Pradita Seri Rahayu
ISBN : 978-602-02-8759-1
Format : Paperback, 352 halaman
Diterbitkan pertamakali pada tahun 2016 oleh Elex Media Komputindo
Finished buku cetakan ke-I pada 6 Juli 2016
Genre : Roman,Comedy, Worklife

Age Range: New-Adult, Adult
Keywords :Kantor, IT, love triangle, Jakarta

Plot/Moral Cerita :    (3/5)
Alur/Konflik : (2/5)
Karakter : (4/5)
Diksi/Bahasa : (3/5)
Riset/Pendalaman : (5/5)

 

Selamat Membaca!
 
Putri Review.

44 total views, 1 views today

Reviewer buku asli Indonesia. Twitter: @putrireview | Intagram: putrireview

2 Comments

  • Putri Review

    Gue juga kayaknya pernah liat nih sistem penilaian pake bintang kategori gitu di blog lain, tapi gue malah gak inget blog mana ^^ udah lama banget liatnya, jauh sebelum jadi blogger buku. Pake aja, Han. Gue juga awalnya mutusin pake rating di atas biar gak terpengaruh mood banget2 pas nilai ^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *