adult,  drama,  fiksi,  Indonesia,  Mainstream Romance,  New Adult,  religi,  Review Buku,  Roman,  workplace

Skandal & Romansa Dunia Kerja dalam novel “Drama at Work” by Edith PS.

Marsha bukanlah anak ingusan dalam ranah perkantoran. Meski baru beberapa tahun sejak dirinya lulus kuliah dan diterima di perusahaan tempatnya mengais rezeki sekarang, Marsha sudah paham betul dinamika dunia kerja. Prinsipnya sederhana : dimana manusia berkumpul dan berinteraksi, di sanalah perkenalan, persahabatan, dengki, romansa, bahkan skandal bermula–apalagi jika rupiah terlibat di dalamnya.

Begitu ramai dan penuh intriknya dunia kerja yang dikenal Marsha, hingga bisa disamakan dengan panggung sandiwara.

Review

Hal pertama yang membuat saya tertarik dengan novel ini adalah cover dan judulnya. Untuk saya yang entah mengapa sedang haus akan novel penuh drama (skandal!), desain novel Edith PS yang satu ini cukup memancing keingintahuan.

Drama at Work menyoroti intrik-intrik di balik kubikel dunia kerja yang mungkin seringkali tidak terbayangkan, tapi jauh dari kata membosankan. Tokoh utama novel ini, Marsha, merupakan tipikal wanita karir muda zaman sekarang yang terhitung cukup sukses : datang dari keluarga baik-baik, mengerti bagaimana mengejar mimpi, dan tahu bagaimana harus membawa diri.

Hidup Marsha sehari-hari tidak jauh dari ritual membuat kopi di pantry, menjalin hubungan dekat dengan geng cewek kantor beda divisi, berbisik mengenai skandal perkantoran dengan ekstra hati-hati, pulang dengan menyewa transportasi online, lembur, dan Teddy.

Yang terakhir merupakan hal yang paling membuat Marsha frustrasi. Dirinya dan Teddy memang sudah saling menjalin chemistry sejak pertama kali bertemu sebagai sesama management trainee, namun perbedaan keyakinan membuat keduanya sama-sama tahu bahwa hubungan mereka selayaknya dijaga sampai di tahap berteman saja.

Bicara memang gampang. Cobalah bertemu dengan pujaan hati 8 jam sehari, 5 hari seminggu. Setiap hari Marsha mengenal Teddy lebih dekat–mendengarkan keluhannya, kegembiraannya, juga cerita tentang Teddy yang akhirnya bertemu dengan gadis lain yang sepertinya akan berakhir lebih dari sekadar teman.

Marsha diam-diam kecewa dengan perkembangan kehidupan cinta Teddy, tapi tak bisa berbuat apa-apa. Di saat yang sama, atasan baru Teddy yang bernama Wisnu sepertinya menaruh hati pada Marsha–dan sepertinya Teddy sedikit kesal akan hal itu, tapi juga tak melakukan apa-apa. Di saat yang sama pula, dunia pergosipan di kantornya sedang dihebohkan dengan berita skandal perselingkuhan rekan bernama Bella dengan kolega beristri–tapi identitas sang pria masih menjadi dugaan semata.

Satu hal berujung pada hal yang lainnya, Marsha tanpa sadar terlibat pada sebuah kejadian yang meninggalkan trauma. Dia sangat membutuhkan Teddy, tapi pria itu memutuskan untuk menghilang tanpa Marsha bisa menjelaskan apa yang telah lama tersimpan di hatinya.

Satu hal yang unik tentang novel Drama at Work ini adalah tips-tips seputar dunia kerja (bagaimana bergaul di dunia kerja, bagaimana menyikapi pergantian atasan, dll dsb) yang terasa sangat real. Biasanya rangkuman tips2 tersebut terselip di akhir chapter, tapi sepanjang cerita pun terkadang pandangan si penulis tentang dunia kerja disampaikan lewat karakter Marsha. Berbagai referensi dunia kerja dari literatur terkenal dan quote-quote yang akrab di telinga muncul dalam novel ini, sedikit mengingatkan saya akan gaya bercerita Ika Natassa yang juga seringkali melibatkan fun facts di kisahnya.

Saya pribadi suka-suka saja, tapi terus terang beberapa tips sedikit terasa melenceng dari dunia kerja (contohnya tips untuk wanita2 tentang perselingkuhan). Lalu penjabaran tentang pandangan Marsha kadang terlalu panjang, membuat saya kadang lupa bahwa Marsha-lah yang sedang bicara mengungkapkan pikirannya, rasanya seperti sedang membaca blog self-help atau pengalaman hidup.

Soal cerita, saya cukup suka dengan skandal2 dan permasalahan di dalamnya. Sudah cukup bagus dan menarik, tapi saya merasa konflik-konfliknya masih kurang berkorelasi satu sama lain, masih terasa kurang fokus. Mengingat judulnya, saya pikir semuanya akan berkonsentrasi pada drama dan skandal dunia kerja, tapi pada akhirnya kisahnya lebih membahas tentang transformasi Marsha dan Teddy dari sisi rohani–yang mana bukan sesuatu yang salah, hanya saja saya merasa tema-tema tersebut akan terasa lebih kuat pesan moralnya kalau dibuat benar-benar saling berhubungan (misal : Marsha-lah yang selingkuh kemudian insaf) atau bahkan dibuat terpisah sama sekali (murni menceritakan skandal dunia kerja dari kacamata Marsha).

Anyway, ini merupakan novel Edith PS pertama saya dan saya cukup suka dengan caranya berkisah. Rasanya hampir mirip dengan saat saya membaca novel Secangkir Kopi & Pencakar Langit karya Aqessa Aninda, bikin penasaran dan asik sendiri membayangkan sophisticated-nya kantor dan segala intrik di dalamnya.

Bravo dan ditunggu karya berikutnya ya, Mba Edith…

Selamat Membaca,
 
Putri Review.
Penulis : Edith PS

Editor : Donna Widjajanto & ffws
Desain Sampul : Orkha Creative
Desain Isi : Ayu Lestari

ISBN13 : 9786020332925
Format : Paperback, 232 halaman
Diterbitkan pertamakali tahun 2015 oleh Gramedia Pustaka Utama (GPU)
Finished pada 30 September 2016
Genre : Romance,Work, Drama
Age Range : New Adult, Adult
Keywords : Skandal, selingkuh, cinta beda agama, kantor
Plot/Moral Cerita :    (4/5)
Alur/Konflik : (3/5)
Karakter : (3/5)
Diksi/Bahasa : (4/5)
Riset/Pendalaman : (5/5)

101 total views, 2 views today

Reviewer buku asli Indonesia. Twitter: @putrireview | Intagram: putrireview

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *