adult,  fiksi,  Indonesia,  melodrama,  Review Buku,  Roman,  travelling

Belajar Melepaskan Kenangan dalam novel “Some Kind of Wonderful” by Winna Efendi

Rory dan Liam bertemu di tengah kehilangan. Liam sedang berusaha melepaskan Wendy — teman masa kecil yang lama dicintainya — untuk menikah dengan orang lain. Rory tak kunjung merelakan kenangan akan Jay dan Ruben, suami dan anaknya yang telah lama berpulang.

Rory dan Liam menemukan kenyamanan pada satu sama lain, namun kenangan akan cinta masa lalu menahan langkah mereka. Dapatkah mereka membuka lembaran baru bersama?

Review

Saya cukup suka dengan tulisan Winna Efendi. Novel Winna sebelumnya yang berjudul One Little Thing Called Hope cukup membuat saya terpukau, sebegitu sukanya saya pada novel tersebut sampai saya nobatkan menjadi novel terbaik versi Putri Review untuk periode 2016.

Winna selalu mampu untuk menggambarkan cerita dengan syahdu dan detail. Kisahnya selalu rapih, lengkap dengan pernak-pernik romansanya yang manis (sudah baca Melbourne? saya nonton juga dan saya masih terpukau).

Maka bayangkan betapa senangnya saya saat tahu bahwa Winna mengeluarkan novel terbarunya beberapa bulan kemudian (dan ada label Metropop-nya di ujung kiri atas!), disusul dengan Someday yang saat review ini dituliskan sudah buka P.O. di salah satu portal jual beli buku online.

Kisah Rory dan Liam dalam novel “Some Kind of Wonderful” ini tidak kalah syahdu dan rapih, meskipun kalau mau dibandingkan, saya masih lebih suka One Little Thing Called Hope dan Melbourne.

Ceritanya cukup detail. Lagi-lagi mengambil latar kota besar di Australia. Mungkin karena mengingat genrenya yang merupakan Metropop dari Gramedia, tokoh prianya dibuat ‘yummy’,  berprofesi sebagai celebrity chef keturunan Indonesia yang menjadi bintang di stasiun televisi Australia. Sementara tokoh wanitanya memiliki bakat besar di bidang musik, namun karena satu dan lain hal memutuskan untuk mengubur dalam2 mimpinya dan menjalani hari sebagai anggota dari host acara anak2 ala2 Hi-5, itu pun kalau tidak sedang menjadi waitress di kafe milik sahabatnya.

Saya cuma merasa kisah Rory dan Liam kurang riak. Chemistry-nya kurang terasa. Bahkan meski mereka sudah mengadakan tur makanan pedas seantero australia (dan tur2 lainnya), semuanya masih kurang mengena di hati. Berbeda dari Rory yang jelas2 memiliki kesulitan besar untuk mencintai lagi, Liam terlihat sudah siap melepaskan Wendy sejak awal. Saya hanya merasa Liam kurang memiliki rasa, kurang bumbu, cukup ironis mengingat profesi karakternya yang berperan sebagai chef.

Di luar itu, Winna sama sekali tidak mengecewakan. Saya bisa melihat novel ini difilmkan lagi di masa depan. Mungkin menggaet Morgan Oey sebagai Liam dan Isyana Sebagai Rory? Atau mungkin Sheryl Sheinafia? Siapa yang tahu?

Gak sabar untuk baca novel Someday dari Winna!

Selamat Membaca,
Putri Review.
Penulis : Winna Efendi

Editor : Hetih Rusli
Desain Sampul : Sofiani

ISBN13 : 9786020335551
Format : Paperback, 360 halaman
Diterbitkan pertamakali tahun 2017 oleh Gramedia Pustaka Utama (GPU)
Finished pada Maret 2017
Genre : Romance, Melodrama
Age Range : Adult
Keywords : Australia, move on
Plot/Moral Cerita :    (4/5)
Alur/Konflik : (3/5)
Karakter : (3/5)
Diksi/Bahasa : (5/5)
Riset/Pendalaman : (5/5)

48 total views, 1 views today

Reviewer buku asli Indonesia. Twitter: @putrireview | Intagram: putrireview

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *