crime,  fiksi,  Indonesia,  Mainstream Romance,  Review Buku,  Roman,  self-published,  Serial,  Young Adult

Gerombolan Pencuri Hati dalam Novel “Love Theft” by Prisca Primasari

Terlibat dalam dunia kriminal, apalagi menjadi bagian dari sindikat pencuri, tidak pernah termasuk di dalam rencana besar Frea. Namun toh nasib membawanya ke sana, menjadikannya keponakan dari seorang bos sindikat, mempertemukannya dengan Night, Tarantula, Grasshopper, dan Liquor–pencuri-pencuri profesional yang sangat mahir mengalihkan perhatian untuk mengambil barang  berharga yang mereka inginkan, meskipun bagi Frea, Liquor sedikit berbeda.
Liquor telah mencuri perhatian dan hatinya.
Adalah sebuah kalung milik sosialita Coco Kartikaningtias yang berujung memporak-porandakan kedamaian Frea dan kelompok sindikat pencuri milik pamannya. Pekerjaan yang awalnya mudah ternyata berefek panjang, mengancam keamanan Frea, keutuhan sindikat pamannya, juga identitas Liquor.
Tak ingin hal-hal yang berharga baginya direnggut, Frea pun harus turut memutar otak tentang mengapa kalung sederhana itu menimbulkan banyak kesialan di hidupnya, dan bagaimana menyelesaikan kasus yang telah dimulai oleh sindikat pamannya.

Review

Ada sesuatu yang seksi dari novel self-published. Seperti yang mungkin sudah diketahui oleh sebagian besar pembaca, sebelum diterbitkan oleh Inari, Love Theft diterbitkan secara mandiri oleh penulisnya sendiri, Prisca Primasari. Itulah alasan mengapa saya tertarik untuk membaca Love Theft, saya ingin tahu bagaimana Prisca merangkai diksi, merancang plot, dan meramu karakter tanpa ada campur tangan kepentingan dan idealisme penerbit di dalamnya.
Sekali lihat, saya langsung tahu bahwa Love Theft merupakan kesayangan penulisnya (selain karena penulisnya memang sudah menyebutkan sendiri di catatan penulis pada novel). Identitas Prisca sendiri sedikit banyak terselip dalam karya-karya Prisca yang pernah saya baca sebelumnya (French Pink, Evergreen): romantis, syahdu, plotnya bercitarasa dorama Jepang. Menurut saya, Love Theft merupakan akumulasi dan versi lengkap dari semua kepingan personaliti Prisca yang pernah saya temukan di novel-novelnya yang lain tersebut.
Sesuai harapan, Love Theft adalah bacaan wajib untuk yang menggemari novel bertema roman dan pecinta dorama. Karakternya quirky, detailnya seksi, auranya sarat misteri, mengingatkan saya akan lukisan bernuansa goth dengan kombinasi warna-warna pastel yang manis. Pencuri-pencuri di Love Theft punya pengalih perhatiannya sendiri-sendiri: Night menggunakan kupu-kupu, Liquor dengan Ngengat, Tarantula menggunakan Laba-Laba, dan Grasshopper menggunakan belalang. Untuk yang OCD mungkin sedikit gemas dengan pemasangan nama dan binatang yang tidak sesuai pola, tapi percayalah, semuanya masih terasa seksi adanya.
Sayangnya, untuk tema crime dan heistnya, saya merasa alurnya masih terasa lemah di sana-sini, dan sayangnya pada novel ini efeknya cukup fatal: mengurangi kesan pencuri profesional dan mahir yang sudah dibangun susah-payah di awal cerita. Beberapa contoh detail cerita yang membuat saya paling menyayangkan adalah *SPOILER START, hindari warna biru*, mengapa Night memberitahukan alamat aslinya pada Coco. Saya rasa dua orang yang baru saling mengenal pun tidak akan semudah itu memberikan identitas, apalagi seorang pencuri pada korbannya. Penjabaran alasan tentang mengapa Frea bisa bergabung dengan sindikat milik pamannya pun bagi saya terasa lemah: orang tua Frea bisa memaklumi pilihan Paman Frea untuk bergerak di dunia kriminal itu satu hal, tapi mengizinkan anak kandung mereka untuk turut terlibat (tanpa pengawasan, karena orang tua Frea bekerja di luar negeri) bagi saya sedikit di luar nalar, apalagi dari penjabaran yang saya tangkap, sepertinya kedua orang tua Frea adalah orang tua pada umumnya, tidak ada disfungsional keluarga atau hal serupa lainnya. *SPOILER END*.
Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, novel ini punya tempat tersendiri untuk penggemar genre roman. Saya suka cinta Liquor-Frea yang tidak biasa, saya suka bagaimana hubungan antara mereka berjalan dan berkembang. Manisnya terasa seperti gula-gula. Bagi penggemar musik klasik dan violin, novel ini juga memuaskan pembacanya dengan fakta-fakta yang mendalam dan detail. Untuk dua hal itu, Prisca berhasil menuliskannya dengan indah, penuh rasa.
Masih menunggu lanjutan Love Theft yang kemungkinan besar akan diberi judul Love Heist. Bravo Prisca dan ditunggu novel-novel self-published-nya yang lain.

Love Theft

by Prisca Primasari

Genre : Romance, Drama
Age Range :Young-Adult
Keywords : music, crime, heist, thief,
Plot/Moral Cerita : (3/5)
Alur/Konflik : (3/5)
Karakter : (4/5)
Diksi/Bahasa : (5/5)
Riset/Pendalaman : (4/5)

Editor: Nur Aini, Elly Putri Pradani, Adelaine

Penyelaras Aksara: Seplia
Desainer Sampul: Diwasandhi
Penata Sampul: [at]teguhra
ISBN : 9786026682079
Format : Paperback, 406 halaman
Diterbitkan pertamakali tahun 2017 oleh Penerbit Inari
Finished on Desember 2017
Selamat membaca,
 
Putri Review.

90 total views, 1 views today

Reviewer buku asli Indonesia. Twitter: @putrireview | Intagram: putrireview

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *