budaya,  drama,  fiksi,  Indonesia,  Mainstream Romance,  New Adult,  Review Buku,  Roman,  travelling

Keluarga vs. Impian dalam novel “Perempuan-Perempuan Tersayang” by Okke ‘Sepatumerah’

Sinopsis

Rencana Fransin porak-poranda. Sherly, adik perempuannya yang masih duduk di bangku SMA, hamil di luar nikah. Atas perintah kakak laki-lakinya, Olivianus, Fransin terpaksa ikut pulang ke SoE, kampung halamannya di tanah Timor sana, untuk membantu menjaga Sherly dan Mamatua yang sakit-sakitan.

Padahal Fransin punya impiannya sendiri di Jakarta. Interviu kerja dengan perusahaan yang lama dia idamkan, hidup yang mandiri di kota besar, dan dekat dengan kekasihnya, Banyu, yang telah lebih dulu menjejakkan langkahnya di ibukota.

Saat tanggung jawabnya pada keluarga dihadapkan pada kesempatan besar di kota besar, mana yang harus Fransin pilih?

Review

Serial Indonesiana dari penerbit Gagasmedia merupakan salah satu favorit saya. Terbukti sudah 2 novel dari serial yang sama saya review di blog ini sebelumnya : “Di Bawah Langit yang Sama” by Helga Rif dan “Satu Kisah yang Tak Terucap” by Guntur Alam. Saya sangat tertarik dengan latar budaya yang begitu kental, baik lokasi, bahasa, juga adat istiadat, dan saya selalu menunggu2 Gagas Media menerbitkan serial Indonesiana berikutnya.

Seperti 2 novel Indonesiana sebelumnya yang saya baca, novel “Perempuan-Perempuan Tersayang” karya Okke ‘Sepatumerah’ ini pun tidak kalah menarik. Kisahnya mengambil latar kota SoE di tanah Timor, Nusa Tenggara Timur. Okke mengusung tokoh utama perempuan asli Timor bernama Fransin, yang mengalami dilema antara mimpinya di kota besar dan mengurus keluarga di kampung halamannya.

Saya pribadi suka2 saja dengan premisnya, tapi saya sedikit kurang puas dengan plotnya. Saya merasa plotnya masih kurang memanfaatkan tema budaya, terlalu singkat, dan terlalu cepat diakhiri. Sebenarnya aura novelnya sudah cukup kental dengan penggunaan sapaan dan bahasa ala Timor, contohnya Usi, karmana, bosong, Mamatua. Saking kentalnya, bacanya pun sudah dalam logat Timor, dan saya somehow mengerti2 saja. Beberapa lokasi wisata di SoE pun sudah dibahas di dalam novel. Tapi entahlah, saya merasa masih kurang merasakan kentalnya budaya Timor. Mungkin karena memang diceritakan kehamilan Sherly (adik pemeran utama) dirahasiakan oleh keluarganya, sehingga memang Fransin pun terpaksa lebih banyak menunggu di rumahnya di SoE, namun saya masih merasa haus akan adat Timor setelah membaca. Konflik yang sedianya cukup genting terasa terlalu diredam. Beberapa momen penting yang bisa membawa emosi cerita lebih dalam lagi juga kurang dieksplor.

Meskipun begitu, saya cukup suka dengan interaksi antara kakak beradik Fransin. Saya suka bagaimana Olivianus (kakak Fransin) sangat memperhatikan keluarganya. Pesan bahwa keluarga itu penting tersampaikan.

Anyway, ini novel kedua Okke ‘Sepatumerah’ yang saya baca (yang pertama : Pre-Wedding Rush), masih menunggu karya Okke berikutnya, saya juga suka membaca blognya hellosepatumerah.com 😀 Novel ini recommended banget untuk kamu2 yang lagi pengen baca kisah keluarga yang hangat, juga yang penasaran soal SoE di Timur sana.

 

Genre : Romance, Drama
Age Range : New Adult
Keywords : Kehamilan remaja, hamil di luar nikah, NTT, Timor, keluarga
Plot/Moral Cerita : (4/5)
Alur/Konflik : (2/5)
Karakter : (3/5)
Diksi/Bahasa : (4/5)
Riset/Pendalaman : (5/5)

Editor : Bernard Batubara

Penyelaras Aksara : Ayuning
Penata Letak : Putra Julianto
Desainer Sampul : Matahari Indonesia & Amanta Nathania
ISBN : 9789797808761
Format : Paperback, 276 halaman
Diterbitkan pertamakali tahun 2015 oleh Gagas Media
Finished (e-book) April 2017
Selamat membaca,
 
Putri Review.

67 total views, 2 views today

Reviewer buku asli Indonesia. Twitter: @putrireview | Intagram: putrireview

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *