drama,  fiksi,  Indonesia,  psikologi,  Review Buku,  Young Adult

Motivasi untuk Hidup dalam Novel “San Francisco” by Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

Genre : Drama, Roman, Persahabatan
Age Range : Young-Adult
Keywords : San Francisco, Golden Gate Bridge, Bunuh Diri, Relawan
Plot/Moral Cerita :    (4/5)
Alur/Editing : (3/5)
Karakter : (4/5)
Diksi/Bahasa : (4/5)
Riset/Pendalaman : (4/5)

Sinopsis

Ada alasan mengapa Golden Gate Bridge dipilih oleh banyak orang sebagai tempat untuk mengakhiri hidup. Ada yang bilang warna merah-oranye-nya, ada juga yang berkata aliran air deras di bawahnya yang membuat depresi. Ansel mungkin tahu alasannya, mungkin juga tidak, tapi dia dan kekasihnya Ada, memutuskan untuk menjadi relawan operator Suicide Prevention Center di negara bagian San Francisco untuk menolong orang-orang yang ingin bunuh diri mengurungkan niat mereka.

Di hari pertamanya bertugas sebagai operator, Ansel berkenalan dengan Rani, seorang gadis yang berniat bunuh diri dan menelfon untuk bernyanyi. Beberapa hari kemudian, gadis itu menelfon kembali dan khusus mencari Ansel, dan sejak itu hidup Ansel berputar di sekitar Rani.

Tidak butuh waktu lama bagi Ansel untuk menyadari bahwa dirinya jatuh cinta dengan Rani, seorang gadis rapuh nyentrik keturunan Indonesia yang memiliki masalah psikologisnya sendiri. Ansel merasa siap untuk mengerti, namun benarkah Ansel sanggup menerima kenyataan yang ada?

Review :

Setelah membaca dan mereview novelnya yang berjudul “Jakarta Sebelum Pagi” saya menjadi sangat penasaran dengan karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie yang lainnya. Makanya, begitu tahu bahwa Grasindo menerbitkan serial bertema lokasi dan salah satunya merupakan gubahan Ziggy, saya tidak membuang-buang waktu lagi — begitu lihat di toko buku langsung saya beli.

Kalau boleh jujur, saya cukup suka dengan novel “Jakarta Sebelum Pagi” namun saya lebih suka lagi dengan karya Ziggy yang satu ini : “San Francisco”. Kisah Ansel, Rani, dan teman-teman mereka bisa membuat saya berpikir mendalam tentang kehidupan, sama seperti “Jakarta Sebelum Pagi” bahkan lebih lagi (selanjutnya disingkat JSP).

Menurut saya, novelnya yang satu ini jauh lebih membekas karena ceritanya tidak se-absurd JSP, meskipun tentu saja ada gaya khas penulisan Ziggy yang bikin geleng2 kepala dengan tokoh2 nyentriknya, tapi ceritanya lebih mengalir, dan satu lagi, twist yang disiapkan cukup bikin terharu dan memancing emosi — meskipun sebenarnya saya sudah sedikit curiga di pertengahan cerita.

Cara Ziggy menggambarkan kesepian, serta pola depresif seseorang sangat menyayat hati, saya rasa itu yang membuat saya tergila2 dengan kisah Ansel dan Rani. Ceritanya somehow mengingatkan saya akan karya2 John Green, apalagi latarnya di San Francisco sana, dengan banyak selipan dialog dalam bahasa Inggris. Kalau kalian mencari novel yang penuh dengan potongan2 kalimat quotable, novel “San Francisco” karya Ziggy ini harus kalian koleksi. Apalagi kalau kalian tidak keberatan dengan porsi dialog bahasa inggris yang sangat banyak hampir mendominasi setengah dari cerita.

Satu yang menurut saya bisa di-improv adalah endingnya yang entah mengapa terasa terlalu cepat. Sisanya bagi saya sudah perfect.

Quote Favorit :

“I cast, I thorched, I burned, slammed, pinched… Those metals I’m working with might’ve hurt me, but I hurt them too in return. What hurt you might as broken as you are. But maybe both of you feel the pain because you’re in progress of producing something amazing. If you decide to refrain from making it, you’re just hurting in vain.”
– From the book “San Francisco” by Ziggy Zesyazeoviennazabrizkie, edisi pertama, halaman 114

Udah ada novel Ziggy berikutnya di tangan, nih : Semua Ikan di Langit yang mengantar Ziggy sebagai pemenang pertama Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2016. Tunggur reviewnya, ya!

Editor : Septi Ws
Desainer Kover : Teguh
Penata Isi : Tim Desain Broccoli
ISBN : 9786023755943
Format : Paperback, 246 halaman
Diterbitkan pertamakali tahun 2016 oleh Grasindo
Finished Cetakan Ke-1 Desember 2016
Selamat Membaca,

Putri Review.


156 total views, 3 views today

Reviewer buku asli Indonesia. Twitter: @putrireview | Intagram: putrireview

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *