adult,  drama,  fiksi,  Indonesia,  Mainstream Romance,  Review Buku,  Roman

Nuansa Kental Wes Anderson dalam Novel With or Without You by Prisca Primasari

Padahal pernikahan Gris dengan Tulip sudah dekat, tapi Gris malah dipecat dari perusahaan stationery tempatnya bekerja. Seakan belum cukup, calon mertuanya, ibunda Tulip, meminta Gris untuk menunda pernikahannya dengan Tulip, dikarenakan kondisi jantung Tulip yang lemah membutuhkan biaya yang tidak sedikit, dan ibunda Tulip tak tenang membiarkan Tulip menikah dengan pria pengangguran.

Di tengah masalah demi masalah yang menerpa, Tulip dan Gris bertemu dengan seorang cowok nyentrik bernama Flynn. Cowok itu berkata bahwa dia berminat memberikan Gris tawaran menarik sebagai ganti pekerjaan Gris yang hilang, tapi sebelumnya, Gris harus mendatangi alamat dan menjawab teka-teki.

Gris jadi bimbang. Sudah banyak wawancara kerja dia lewati, belum ada pekerjaan yang berhasil dia dapatkan. Di saat semua jalan terasa buntu baginya, tawaran Flynn menjadi satu-satunya harapan agar dia bisa menikah dengan Tulip.

Tapi mengapa cowok bernama Flynn itu begitu misterius? Tidakkah Gris dan Tulip sedang dipermainkan?

 

Review

Chapter-chapter awal novel ini sangat menarik. Beberapa novel Prisca sebelumnya yang pernah saya baca (French Pink, Evergreen, Love Theft) selalu melibatkan nuansa Jepang pada karakter dan atau suasananya, tapi untuk pertama kalinya di novel ini, elemen itu tak terlalu kentara. Meski plotnya masih terasa sedikit absurd ala-ala dorama Jepang, tapi rasanya saya melihat sisi Prisca yang lain, lebih segar.

Novel ini dibawakan dengan detail dan lembut. Saya bisa merasakan kedekatan antara sepasang kekasih yang akan menikah, Gris dan Tulip. Cinta mereka, kegelisahan mereka, harapan mereka, semuanya terasa begitu hangat dan kentara.

Karakter dan nuansa ceritanya seakan penuh warna, ekstrim, dan sedikit ganjil, seperti sedang menonton film Wes Anderson. Tulip suka memasak dan membuat quilt. Gris si pelupa suka menulis cerpen ala Tim Burton dan Wes Anderson. Flynn suka memakai banyak syal. Lala, sepupu Tulip, menderita paranoia. Kirana, kenalan Flynn, suka memasak dan menghidangkan makanan dalam jumlah banyak. Jan, kenalan Flynn, masih membuatkan kopi cream untuk istrinya yang telah tiada.

Terus terang, karakter novel ini membuat saya tergila-gila.

Sayangnya, dibandingkan novel2 Prisca lainnya, saya merasa novel ini termasuk yang plotnya kurang jelas mau dibawa kemana, endingnya kurang terasa, dan konfliknya pun kurang mengena. Puncaknya adalah saat *SPOILER ALERT hindari warna biru* Dietrik, teman Gris di kantor, mengaku bahwa dialah yang menyabotase dokumen Gris agar Gris dipecat. Dan dia mengatakan itu pada Tulip dengan harapan supaya Tulip tidak lantas bertanya2 pada koleganya yang lain di kantor perihal detail pemecatan Gris. Kecuali Dietrik memang memiliki dendam pribadi dengan Gris dan memang tidak ingin mempertahankan posisinya di kantor, menurut saya sih memberitahu Tulip tidak memberikan keuntungan apa2 baginya. Pemecatan Gris terasa konyol, seperti permainan anak2. Rasa genting dan keseriusan novel jadi sedikit menurun karenanya*SPOILER END* 

Tapi mungkin novel ini memang berusaha mengikuti gaya Wes Anderson hingga akhir. Hanya saja saya merasa, tidak ada salahnya menggabungkan Wes Anderson dengan plot yang mengandung logika cerita, konflik, dan penyelesaian yang membuat pembaca ikut terhanyut, khawatir, dan lega, juga bisa mengambil pesan moral dari dalamnya.

Masih menunggu novel Prisca yang lainnya. Bravo untuk penggambaran Gris dan Tulip sebagai couple. I love it so much 🙂

With or Without You

by Prisca Primasari

Genre : Romance, Drama
Age Range : New Adult
Keywords : relationship, wedding preparation
Plot/Moral Cerita : (2/5)
Alur/Konflik : (2/5)
Karakter : (4/5)
Diksi/Bahasa : (5/5)
Riset/Pendalaman : (3/5)

Editor: Idha Umamah
Penyelaras Aksara: Tesara Rafiantika
Penata Letak: Gita Ramayudha
Desainer Sampul: Lilio Muliya Printis & Agung Nugroho
Penyelaras Desain Sampul: Agung Nugroho

ISBN : 9789797808617
Format : Ebook, 234 halaman
Diterbitkan pertamakali tahun 2016 oleh Penerbit Gagasmedia
Finished on August 2017
Selamat membaca,
 
Putri Review.

158 total views, 1 views today

Reviewer buku asli Indonesia. Twitter: @putrireview | Intagram: putrireview

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *