dark,  fantasy,  Hollywood,  Review Film,  Romance

Review Film Hollywood: The Shape of Water (2017)

Shape of Water (2017) ditujukan untuk penggemar film roman dengan kombinasi tema dark fantasy. Film gubahan sutradara Guillermo del Toro (Pan’s Labyrinth) ini berhasil meraih 4 piala Oscar 2017 (Best Picture, Best Director, Best Production Design, Best Original Score) dengan total 13 nominasi. Daya tarik film utama film ini memang ada pada musik, sinematografi, dan visualnya–mengingatkan akan film Her (2013) dengan tema warna coral-nya, Shape of Water (2017) dengan manis mengusung warna teal yang bisa ditemukan pada setiap scene film, yang ternyata sangat sesuai dengan latar 1960-an dan tema roman fantasi yang diusungnya.

Dikisahkan, seorang perempuan bernama Elisa Esposito (Sally Hawkins), hidup di Baltimore, AS, pada era 60-an. Elisa seorang tuna wicara, tinggal sendiri dengan menyewa kamar di atas sebuah teater bobrok, hanya bertemankan seorang illustrator freelance sekaligus tetangganya, Giles (Richard Jenkins), dan koleganya sesama petugas kebersihan laboratorium rahasia negara, Zelda (Octavia Spencer).

via Google.com

Suatu hari, Elisa menemukan fakta bahwa laboratorium tempatnya bekerja tengah mengurung makhluk amphibi yang menyerupai manusia. Makhluk yang katanya ditemukan di pedalaman Afrika itu memiliki kaki dan tangan layaknya manusia, meskipun lengkap dengan insang untuk bernapas dalam air, sisik serta selaput yang membuatnya lincah menyelam. Pria amfibi tersebut tidak dapat bicara, namun itu hanyalah satu dari banyak hal yang membuat Elisa penasaran untuk mengenalnya.

Tahu bahwa si pria amfibi dianggap sebagai aset yang kemungkinan besar akan disabotase dan diperebutkan dalam era perang dingin antara Soviet dan Amerika, Elisa mencari cara untuk dapat mengeluarkannya dari laboratorium tersebut. Dengan bantuan Zelda dan Giles, Elisa pun berjuang untuk membebaskan pria amfibi sahabatnya, yang belakangan tumbuh menjadi cinta.

via Google.com

—–

Bagi yang sudah pernah menonton Pan’s Labyrinth(2006) mungkin sudah cukup paham gaya dark fantasy yang biasa ditawarkan dalam film-film Guillermo del Toro. Meskipun tidak seimajinatif dan segelap Pan’s Labyrinth dengan latar dunia kematian, Shape of Water (2017) menampilkan tokoh fantasi lengkap dengan kemampuan setaraf sihir, amphibian man, dan kisah cintanya dengan manusia biasa.

via Google.com

Hal pertama yang harus diingat saat menonton film del Toro adalah untuk tidak memikirkan sisi logisnya. Ceritanya bertema fantasi, jadi memang tidak untuk dipertanyakan mengapa dan bagaimana. Mendukung tema imajinatifnya, film Shape of Water (2017) ini juga memanjakan penonton dengan visual yang indah, kostum pemain yang rapi dan sesuai, semua sudut dan semua scene bagai lukisan yang indah dilihat.

Terus terang, itu adalah hal utama yang membuat saya cukup menyukai film ini, kalau hanya sekadar plot dan aktingnya saja saya rasa filmnya masih akan kurang mengena.

Bagaimana? Tertarik menonton film Guillermo del Toro yang satu ini?

 

The Shape of Water (2017)

8/10

190 total views, 1 views today

Movie freak. Pecinta K-drama, J-Dorama, webseries Indonesia, dan serial televisi asing. Twitter: @mandhut15 | Instagram: @heymandhut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *