biografi,  Comedy,  documentary,  Hollywood,  Review Film

Review Film Hollywood: I, Tonya (2017)

Film I, Tonya (2017) terinspirasi dari kisah nyata Tonya Harding, seorang atlet wanita ice-skating Amerika Serikat berbakat yang terlibat sebuah kasus yang dinobatkan menjadi skandal dunia olahraga AS yang paling menghebohkan sepanjang sejarah. Tonya menjadi salah satu terdakwa ‘otak’ di balik kekerasan fisik yang diterima Nancy Kerrigan, teman sesama atletnya, yang dilakukan oleh seorang pria tak dikenal pada tanggal 6 Januari 1994, sehari sebelum babak penyisihan untuk perwakilan lomba ice skating figure pada 1994 Winter Olympic Games di Lillehammer, Norway.

I, Tonya (2017) menceritakan kisah seorang Tonya: keluarganya, masa kecilnya, kerja kerasnya, persepsi media tentangnya, hidupnya–sebelum dan sesudah skandal yang menghebohkan itu terjadi.

via Google

A Gem in the Mud

Tonya Harding (diperankan oleh Margot Robbie) terlahir di keluarga yang terhitung biasa saja, bahkan termasuk orang-orang yang dijuluki ‘red neck’ (kalau di bahasa indonesia bisa diartikan ‘barbar’ atau ‘ndeso’) di AS sana. Sadar bahwa Tonya memiliki bakat di bidang ice skating, ibu kandung Tonya, LaVona Golden  (Allison Janney), yang hanya bekerja sebagai waitress di sebuah kedai kopi, mengabdikan penghasilannya yang tidak banyak untuk dapat menyertakan Tonya ke dalam kelas ice skating profesional. Datang dari keluarga yang kurang harmonis dan dibesarkan oleh ibu yang cenderung kasar baik verbal maupun fisik, Tonya harus terus membuktikan diri pada lingkungan dan terutama ibu kandungnya, bahwa dia bisa menjadi atlet ice skating terbaik yang bukan hanya membawa uang hadiah lomba yang besar, tapi juga gengsi dan nama besar di dunia olahraga AS.

Tonya Harding merupakan atlet wanita ice skating pertama yang mampu memperlihatkan gerakan triple-axel sebanyak 2 kali berturut-turut dalam satu pertandingan. Tidak sedikit prestasi yang berhasil dicetaknya untuk dunia olahraga AS. Sayangnya, tidak peduli betapa luar biasa bakat yang dimilikinya dan betapa keras usaha yang dia lakukan untuk berlatih, latar dan lingkungan tempat Tonya dibesarkan membuatnya tumbuh menjadi wanita yang kurang stabil secara emosi dan memiliki kepercayaan diri yang rendah. Kondisinya tersebut mempengaruhi keputusan dan tindakannya, termasuk menjadi batu sandungan terbesar dalam usahanya membuktikan diri di bidang ice skating profesional AS dan tingkat kaliber dunia.

Tonya di film I, Tonya (diperankan oleh Margot Robbie) dan Tonya Harding yang asli (courtesy of Getty)

A Biography in a Mockmentary Style

Film I, Tonya (2017) yang disutradari Craig Gillespie ini merupakan film biografi yang dibawakan dengan gaya satir semi-dokumenter (atau disebut juga mockmentary). Adegannya berganti-ganti antara penggambaran kejadian plot dan potongan interview dari Tonya, Jeff Gillooly (diperankan oleh Sebastian Stan), LaVona Golden, serta bodyguard, guru, bahkan komentator kasus Tonya Harding lainnya yang benar-benar pernah memberikan kesaksian tentang kasus skandal pemukulan Nancy Kerrigan di tahun 1994. Tidak jarang di antara mereka memberikan kesaksian yang berbeda, bahkan menceritakan keburukan satu dan yang lainnya, dan hal itu merupakan salah satu hal menarik dari film I, Tonya.

*favorit saya kesaksian dari Shawn Eckhardt (diperankan oleh Paul Walter Hauser), teman Jeff, suami Tonya, sekaligus bodyguard dari Tonya. Luar biasa mencengangkan :))

Margot Robbie, yang memerankan Tonya Harding dalam film I, Tonya, merupakan produser utama dari film ini. Instingnya terbukti cukup tajam, mengingat film yang naskahnya dituliskan oleh Steven Rogers tersebut sukses menyabet 1 piala Oscar 2017 (Best Supporting Actress untuk Allison Janney pemeran LaVona) dan 2 nominasi Oscar 2017 (Best Actress dan Best Editing). I, Tonya (2017) merupakan film dengan karakterisasi dan plot yang sangat kuat, dan semakin diperkuat dengan fakta bahwa kisahnya terinpirasi dari kejadian nyata.

Allison Janney sebagai LaVona (via Google)

Meskipun dibawakan dengan gaya satir, film ini tetap mampu menyentuh hati penonton dengan kisah hidup Tonya Harding yang jauh dari ideal–membuat penonton membayangkan, apa jadinya jika bakat seluar biasa Tonya, lahir dan dibesarkan di lingkungan yang lebih mendukung tumbuh kembangnya.

 

 

I, Tonya (2017)

10/10

107 total views, 1 views today

Movie freak. Pecinta K-drama, J-Dorama, webseries Indonesia, dan serial televisi asing. Twitter: @mandhut15 | Instagram: @heymandhut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *