crime,  cyberpunk,  dystopian,  Hollywood,  neo noir,  Review Film,  science fiction,  serial

Review Series: Altered Carbon (2018)

Altered Carbon merupakan serial drama dari Netflix yang bertema sci-fi dengan latar masa depan. Bagi kalian penggemar film Blade Runner (1982) atau Blade Runner 2049 (2018) dengan tema neo-noir-nya, mungkin serial drama ini jauh lebih cocok kalian nikmati daripada drama seri Phillip K. Dick’s Electric Dreams (2017) yang bertema serupa.

Cloning & Copy Kesadaran

Serial ini bertempat di dunia dystopian di mana teknologi untuk memindahkan dan menyimpan kesadaran manusia sudah ada. Ditambah dengan tersedianya fasilitas cloning yang mumpuni, ‘mati’ bukan lagi sesuatu yang tak bisa dimanipulasi. Dunia di mana fisik yang menua bukan lagi masalah, cukup membeli ‘tubuh’ (di cerita dijuluki ‘sleeves’) yang tepat dan memindahkan kesadaran ke sana–bisa ke ‘sleeves’ yang sama tapi dengan versi yang lebih muda, atau bisa juga mencari ‘sleeves’ yang lebih sempurna. Dunia di mana pemberian hak akan ‘sleeves’ baru diberikan pada korban kecelakaan atau pembunuhan.┬áSelama masih ada memori dan kesadaran manusia yang terekam baik pada sebuah kepingan metal yang ditempatkan di antara sendi tulang belakang, semuanya mungkin dilakukan.

via google

Adalah Takeshi Kovacs (Joel Kinnaman), salah satu anggota grup teroris militan Envoys yang terbangun dengan ‘tubuh’ yang baru–250 tahun setelah dirinya tertangkap dan terbunuh dalam sebuah misi penggerebekan. Seorang miliarder, Lauren Bancroft (James Purefoy), sengaja membangkitkan Takeshi untuk membantunya menguak sebuah kasus pembunuhan–Lauren Bancroft ditemukan mati terbunuh di ruang kerjanya dengan tembakan di kepala. Lauren berhasil dibangkitkan dan ditempatkan kembali pada cloning yang sama, namun Lauren tak bisa mengingat dengan jelas kejadian di malam itu, jadi Lauren meminta Takeshi untuk menyelidiki kasus tersebut–atau Takeshi akan dicabut dari ‘sleeves’ barunya dan kembali ke dalam ‘pengasingan’ selama ratusan bahkan ribuan tahun ke depan.

Takeshi dulu dan sekarang (courtesy of Popsugar.com)

Awalnya Takeshi menolak, namun setelah seorang pembunuh bayaran memburunya untuk alasan yang tidak dia mengerti, Takeshi memutuskan untuk menerima kasus tersebut. Dalam perjalanannya menguak siapa pembunuh Lauren Bancroft, Takeshi menemukan banyak fakta mengejutkan terkait masa lalunya, termasuk pertemuannya dengan adik kandungnya, Reileen (Dichen Lachman), yang terpisah dengannya ratusan tahun yang lalu, saat mereka masih tergabung dalam Envoys.

—–

Dio de Las Muertos

Harus saya akui, plotnya sedikit lemah di awal. Meskipun begitu, saya cukup tertarik dengan elemen sci-fi yang ditawarkan. Mulai dari teknologi cloning, transfer kesadaran, hotel artificial intelligence, hingga dampak dan perubahan budaya diakibatkan adanya pilihan untuk bertahan hidup dengan mengkopi kesadaran.

Plotnya baru terasa cukup menarik di pertengahan seri, saat akhirnya tokoh adik Takeshi, Rei, muncul. Cukup banyak plot twist yang menarik sejak itu. Saya juga lumayan suka adegan penggambaran peringatan Dio de Las Muertos (Day of the Dead) di dunia masa depan di mana orang yang sudah mati benar2 bisa dibangkitkan kembali (ke dalam ‘sleeves’ yang berbeda) untuk berkumpul bersama keluarga. Day of the Dead merupakan hari peringatan orang mati di budaya Mexico (Jepang punya peringatan yang mirip, namanya Festival Obon), menggabungkan budaya Dio de Las Muertos dengan plot cerita Altered Carbon merupakan ide bagus. Romance-nya ada, hubungan antara Kovacs dan Kristin Ortega (Martha Higareda), seorang anggota kepolisian yang ikut menyelidiki kasus Bancroft, cukup manis dan tidak dieksplorasi secara berlebihan, sehingga masih mempertahankan tema utamanya, sci-fi dan crime.

Takeshi dan Ortega (via google)

Plot Altered Carbon (2018) season 1 yang saya tonton memang tidak sekuat Blade Runner, namun bisa dijadikan tontonan akhir minggu yang cukup menghibur dan mengejutkan, terutama untuk para penggemar sci-fi dan tema cyberpunk.

Altered Carbon (2018)

Score: 7/10

170 total views, 1 views today

Movie freak. Pecinta K-drama, J-Dorama, webseries Indonesia, dan serial televisi asing. Twitter: @mandhut15 | Instagram: @heymandhut

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *